Foto Indah Ketika Langit Mulai Redup

Suasana foto yang tepat seringkali datang tidak terduga kapan saja. Namun demikian, ada satu suasana yang saya paling suka untuk mendapatkan foto-foto indah, yaitu suasana ketika langit redup menjelang malam tiba, terutama di perkotaan. Bagi saya, kombinasi suasana mulai redup, lampu mulai menyala, tetapi cahaya yang ada masih cukup untuk menerangi objek (gedung ataupun manusia) melahirkan kombinasi yang indah, unik, dan khas. Untuk mendapatkan foto terbaik, kita harus meluangkan waktu cukup lama, mulai langit masih terang hingga langit betul-betul gelap…

Berikut ini adalah beberapa foto seperti yang saya gambarkan itu di beberapa tampat yang pernah saya kunjungi.

Kanal Amsterdam

Foto ini memperlihatkan contoh objek manusia dalam suasana menjelang malam ketika langit masih setengah gelap. Objek manusia masih bisa dijepret tanpa flash sehingga masih terlihat alami. Lampu sudah menyala, tapi bangunan masih terlihat aslinya… Foto duambil di salah satu jembatan yang menyebrangi kanal di kota Amsterdam.

Musee de Louvre

Ini foto Mueseum Louvre di kota Paris yang terkenal. Foto diambil menjelang langit gelap. Lampu piramid kaca dan lampu bangunan sudah menyala, tapi cahaya luar masih cukup untuk menerangi gedung sehingga bentuknya masih jelas.

Indahnya Geneva

Pada foto ini ada objek lain, yaitu burung yang masih terlihat karena cahaya luar. Foto diambil tanpa flash, sementara di latar belakng terlihat lampu warna warni serta gedung yang masih terlihat bentuknya.

Kecelakaan Akibat Kelalaian Ketika Bermain Flying Fox di Sindang Reret

Pada tanggal 31 Desember 2010, anak kami mengalami patah tulang sikut karena bermain FlyingFfox di Restorant/Hotel Sindang Reret Lembang, sehingga harus dioperasi (beberapa bulan lagi akan menyusul operasi kedua). Musibah ini terjadi karena kelalaian penyelenggara, tidak melakukan pengereman, sehingga anak kami sampai ke tujuan dengan kecepatan tinggi. Jenis Flying Fox yang dinaiki adalah menggunakan sepeda yang digantung, seperti terlihat pada foto berikut.

Permainan Flying Fox yang Menyebabkan Kecelakaan

Pihak Sindang Reret hanya mengutus Manajer Operasional utk memperjelas kronologis segera setelah kami lapor dan mengambil beberapa foto anak kami dan foto hasil rontgent sebagai bukti. Dan pada saat itu, bahkan mengatakan asuransi pun (Rp 1.5 juta) tidak mungkin di-claim karena sudah lebih dari 1×24 jam. Kejadian adalah hari Jumat, 31 Des 2010, akhir tahun. Saya ingatkan pada saat itu utk mencoba hubungi asuransi karena kejadiannya akhir tahun dan ada hak otomatis dari setiap pembayar premi. Saya juga menegaskan bahwa ini terjadi akibat kelalaian Sindang Reret, bukan kecelakaan murni seperti tergelincir, kena dahan patah dan sebagainya. Saya juga sampaikan bahwa saya tidak akan menuntut, tapi saya menunggu sikap Sindang Reret menyikapi tangungjawab atas kelalaian ini.

Bagi kami, yang sangat mengecewakan, tidak ada sikap serius dari pemilik atau direktur Sindang Reret atas kejadian ini. Tidak ada yang menjenguk ke RS pada saat anak kami dioperasi, padahal pihak Sindang Reret sudah menanyakan ruang perawatan dan jadual operasi, sehari sebelum operasi dilakukan. Demikian sibuk kah mereka? atau menganggap ini urusan sepele? Pihak manajer melalui SMS-nya mengatakan bahwa kejadian ini sudah di-sounding ke direktur/pemilik, jadi harusnya mereka sudah tahu (atau pihak manajer-nya berbohong?)

SMS dari saya kepada Manajer Sindang Reret (Pak Maman) untuk meyakinkan bahwa informasi sudah sampai kepada direktur atau pemiliknya, dan jawabannya dari pak Maman.
SMS dari saya kepada Manajer Sindang Reret (Pak Maman) untuk meyakinkan bahwa informasi sudah sampai kepada direktur atau pemiliknya, dan jawabannya dari pak Maman.

 

Menariknya, ketika setelah operasi saya sindir melalui SMS tentang sikap Sindang Reret yang NO-ACTION, malah pihak asuransi yang langsung menelpon saya untuk urusan asuransi Rp 1.5jt, seolah itu yang saya tunggu dan urusan selesai dengan asuransi tsb. Betapa tersinggung-nya kami melihat sikap ini. Dimana tanggungjawab Sindang Reret atas kelalaian-nya???? Ini bukan kecelakaan murni!!! Tapi kelalaian yang bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan lebih fatal!!!

Alangkah lebih pantas kalau pemilik Sindang Reret datang ke RS, menjenguk anak kami. Itu akan menjadi obat yang luar biasa buat kami. Walaupun, tetap akan ada bekas jahitan 10 cm yang akan membekas terus dalam diri anak kami sampai dewasa nanti.

Jahitan Operasi di Sikut Sekitar 10 cm
Jahitan Operasi di Sikut Sekitar 10 cm

Akhirnya, untuk menghilangkan rasa penasaran dan berburuk sangka, saya coba kontak pihak pemilik melalui jalur lain. Setelah berhasil kontak, saya mendapat penjelasan bahwa pihak pemilik belum  mengetahui sama sekali tentang kejadian tersebut. Sehari setelah berhasil di kontak langsung melalui jalur lain (bukan melalui manajer-nya), pihak pemilik Sindang Reret datang menunjukkan perhatiannya ke rumah menyampaikan permohonan maaf, menjelaskan bahwa pemilik belum mengetahui kejadian tersebut, dan menawarkan bantuan yang dapat dilakukan. Akhirnya saya putuskan bahwa persoalan ini dianggap selesai tanpa tuntutan apapun dari pihak kami kepada pihak SINDANG RERET. Terima kasih atas perhatian dari pemiliknya.

Ada beberapa pembelajaran yang dapat ditarik dari kejadian ini:

  1. Penyelenggara permainan seperti ini harus mengutamakan safety. Peralatan minimum serta tim penanggulangan kecelakaan yang memadai harus selalu siap.
  2. Asuransi harus diperhitungkan lebih REALISTIS, betul-betul untuk meng-cover berbagai kemungkinan kecelakaan yang dapat terjadi, baik kecelakaan murni maupun kelalaian. Maaf saja, asuransi sebesar Rp 1.5 juta sangat tidak cukup seandainya harus menjalani operasi (operasi tulang pada umumnya dilakukan 2 kali). Bahkan tidak semua tempat seperti itu dilengkapi dengan asuransi.
  3. Komunikasi Manajemen Internal dalam Organisasi penyelenggara harus memungkinkan penyampaian informasi dengan cepat ke pimpinan tertinggi/pemilik JIKA TERJADI KECELAKAAN, sehingga langkah-langkah antisipasi dengan cepat dapat dilakukan untuk kebaikan berbagai pihak. Dalam kasus kecelakaan yang terjadi di SINDANG RERET ini, INFORMASI TIDAK SAMPAI kepada pimpinan/pemilik, sehingga hanya ditanggulangi oleh manajemen menengah.
  4. Pemerintah (Dinas Pariwisata?) sudah mulai harus melakukan pengawasan untuk meyakinkan faktor safety pada permainan seperti ini. Kalau perlu harus ada syarat sertifikasi bagi personil-personil yang mengoperasikannya.

Mudah-mudahan ini jadi pembelajaran untuk kita semua. Yakinkanlah akan keselamatan sebelum anak-anak kita mengikuti permainan seperti ini. Waktu yang terbuang, kekesalan, cacat dan sebagainya mungkin tidak akan cukup terobati dengan asuransi yg ditawarkan.

Foto-foto yang lebih lengkap, serta komentar dari berbagai pihak atas kejadian ini dapat dibaca di halaman facebook saya.

Nasib Pejalan Kaki yang Sebenarnya di Bandung

Di tengah berbagai pujian terhadap Car Free Day setiap minggu pagi di jalan Dago kota Bandung yang seolah-olah memberikan kenyamanan bagi para penikmat jalan kaki, sebenarnya banyak realita sebaliknya yang terjadi di kota Bandung. Perhatikan dua foto berikut.

Pejalan Kaki dan Galian di Kota Bandung

Pejalan Kaki dan Galian di Kota Bandung

Penggalian di Kota Bandung biasanya dilakukan “seenaknya” tanpa memperhitungkan atau meminimisasi dampak berkurangnya kenyamanan dan kemungkinan terjadinya kecelakaan. Foto ini memperlihatkan contoh tersebut. Pejalan kaki harus meniti pinggirian selokan yang sangat tipis… Bayangkan kalau ibu-ibu yang sudah tua atau anak seorang ibu membawa anak kecil, apa yang harus dilakukan ??? Sementara itu, kalau memilih berjalan di badan jalan, “siap-siap diserempet motor atau angkot”.

Motor siap menyerempet kita andai kita berjalan di badan jalan

Motor siap menyerempet kita andai kita berjalan di badan jalan

Sebenarnya ini hanya contoh kecil saja…. Penyebabnya dalam hal ini adalah penggalian yang sifatnya sementara……….  Banyak hal seperti ini yang sifatnya permanen, karena trotoar diijinkan untuk digunakan sebagai parkir permanen untuk tempat usaha……….

Bagaimana menurut anda??

Masih Adakah Lampu 5 Watt ???

Jika bicara lampu 5 Watt, maka di kepala banyak orang akan terpikir sebuah lampu biasa dengan ukuran relatif kecil dan sering dipakai sebagai lampu tidur. Beberapa orang kadang berpikiran untuk memilih lampu tersebut untuk kebutuhan yang tidak perlu terlalu terang, tetapi ingin hemat energi.

Jika anda masih membeli lampu tersebut untuk tujuan hemat energi, maka harus hati-hati!

Sudah beberapa tahun terakhir ini, rasanya sudah sangat sulit mencari lampu pijar yang benar-benar 5 watt. Tapi, menariknya, lampu seukuran yang dulu adalah lampu 5 watt masih tetap mudah dicari. Entah siapa yang duluan memulainya, tapi saya lihat ada kecenderungan yang sama untuk semua lampu jenis tersebut untuk semua merk. Sebagai contoh, saya tampilkan lampu merk Philips. Pada dus luarnya, tertulis cukup besar “SI AWET 5”, isinya ternyata lampu 15 watt. Orang yang tidak memperhatikan, mungkin akan berpikiran lampu tersebut adalah lampu 5 watt, dan jelas, tujuan hemat energi nya jadi tidak tercapai…. Hal tersebut tampaknya dilakukan oleh beberapa merk yang lain, selain Phillips.

Memang dalam hal ini tidak ada unsur penipuan. Tidak ada pernyataan yang menyatakan lampu tersebut adalah 5 watt. Tapi, menurut saya, akan lebih baik jika dibuat agar pernyataannya tidak membingungkan,atau menyebabkan salah interpretasi. Mengapa tidak “SI AWET 15” ???? Lebih jelas!!!

Bagaimana menurut anda???

Salah satu kemasan lampu 15 Watt dengan label "Si Awet 5"

Salah satu kemasan lampu 15 Watt dengan label "Si Awet 5"

Data teknis "15 watt" tertulis pada lampu

Data teknis "15 watt" tertulis pada lampu

Sebuah Komputer Canggih yang bernama NUSANTARA

Anda tentu tahu, sebuah komputer canggih yang bernama NUSANTARA. Silakan tanya Pak Google atau Pak Wiki, pasti mereka tahu semua. Ini membuktikan bahwa komputer ini sangat terkenal. Komputer ini prosesornya biasa-biasa saja, tapi sudah menggunakan arsitektur multi-prosesor yang canggih, sehingga jika operating system-nya mendukung, komputer ini bisa berjalan jauh lebih cepat dari super komputer manapun yang pernah ada di dunia. Saking banyaknya resources (prosesor, memori dan periferal) yang dimiliki komputer ini, anda bisa menggunakannya untuk menjawab kebutuhan apapun. Komputer ini juga punya fasilitas ramah lingkungan dan hemat energi, tapi karena firmware  untuk management energi-nya masih buruk, malah cenderung jadi boros energi.

Banyak orang yang di berbagai belahan dunia suka dengan komputer ini, karena selain canggih, komputer ini juga memiliki tampilan yang cantik dan beraneka ragam. Iphone atau iPad sih sebenarnya kalah jauh dari komputer NUSANTARA ini…. Casing nya ada yang bermotif batik, tenun ikat dan sebagainya…. membuat ibu-ibu percaya diri membawanya kemana-mana. Salah satu yang menarik adalah screen savernya yang memperlihatkan berbagai keajaiban dunia yang bisa kita pilih. Ada candi terbesar di dunia yang bernama Borobudur, ada juga salah satu binatang purba yang disebut KOMODO.

Sayangnya, sampai hari ini, begitu banyak virus yang mudah masuk ke dalam komputer ini dan belum ada anti virus yang bisa menanganinya dengan ampuh. Bahkan virus yang sudah lama ada pun hanya bisa dideteksi samar-samar keberadaannya, tetapi tidak bisa dihapus dari komputer hebat tersebut. Memang sungguh disayangkan, padahal banyak pihak yang sudah ingin sekali menikmati kehebatan komputer tersebut ……….

Andai anda salah satu pemakai komputer hebat tersebut, lantas apa solusinya? Jangan punya pikiran untuk beralih ke komputer yang lain. Percayalah, tidak ada komputer yang lebih baik dari komputer yang satu ini di dunia. Memang harus hati-hati sekali menggunakannya. Apa yang harus anda lakukan agar komputer ini bisa berjalan dengan baik? Tadi malam saya dapat ide, supaya komputer canggih ini bisa berjalan dengan baik, maka urutan langkah berikut harus kita lakukan dengan sangat hati-hati:

  • Format ulang harddisk-nya …………
  • Kaji, apakah mau menggunakan Operating System (OS) sebelumnya, atau ganti OS. Mungkin OS Open Source lebih handal, karena lebih transparan code-nya, sehingga lebih banyak pihak yang bisa membantu kalau ada BUG didalamnya yang harus diperbaiki
  • Setelah yakin OS mana yang kita akan pakai, segera lah install OS tersebut dalam harddisk yang baru kita format
  • Jangan langsung install aplikasi, tapi paling tidak, install dulu hal-hal berikut:
  1. Pasang Anti virus global, siapa tahu ada virus-virus global yang akan merusak sistem kita, atau ada spyware global yang masuk ke dalam sistem kita
  2. Pasang Anti virus lokal, karena anti virus global sering tidak bisa mendeteksi virus lokal yang mungkin lebih ganas dari virus global
  3. Pasang berbagai aplikasi monitoring agar semua pembuatan file, penghapusan file, manipulasi file oleh virus bisa kita monitor dan bisa kita trace ulang
  • Install ulang aplikasi

Nah, Insya Allah, setelah mengikuti prosedur tersebut, komputer NUSANTARA tersebut akan berjalan lebih baik…………..

Oh ya, ada beberapa tambahan lagi:

  • Jangan lupa backup secara berkala data-data penting kita. Banyak virus yang mungkin akan menghancurkan data/transaksi penting. Backup-nya jangan satu dan jangan disimpan di satu tempat, mungkin pengelola tempat backup tersebut bukan pihak yang layak kita percayai …..
  • Menyadari hebatnya komputer tersebut, banyak aplikasi yang dibuat oleh berbagai pihak yang ditawarkan untuk dijalankan di komputer, bahkan sebagian aplikasinya bersifat FREEWARE.  Hati-hati, jangan sembarangan install aplikasi baru. Sebaiknya kaji dulu dan tanya dulu ke berbagai pihak sebelum aplikasi baru kita install di komputer kita. Banyak aplikasi yang dicurigai ada spyware di dalamnya atau membuat proses-proses tertentu di komputer kita jadi terganggu ….

Konon ada sebuah negara bernama NUSANTARA juga …………., mungkin terapi yang dapat diterapkan untuk komputer canggih ini bisa digunakan juga untuk negara tersebut supaya menjadi negeri yang lebih adil, makmur, dan sejahtera …

Salam,

Arry Akhmad Arman

(fans berat komputer NUSANTARA)

10 Alasan Mengapa Saya Memilih Travel Mobil daripada Kereta Api

Tadi sore saya menjemput anak saya di rumah neneknya di sekitar Stasiun Bandung, akhirnya sambil macet berat di Jl. Kebon Kawung saya menebak-nebak, alasan apa yang mungkin membuat orang lebih memilih Travel (mobil) dari pada menggunakan Kereta Api. Hasil tebakan sambil macet tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Stasiun Kereta Api Bandung terletak di daerah yang selalu macet, sehingga orang harus menyediakan waktu lebih panjang untuk perjalanan dari rumah ke stasiun, dan menyediakan waktu ekstra untuk antisipasi kemacetan. Jadi total waktu yang diperlukan adalah 3 jam perjalanan (kalau lancar) + 1 jam (antisipasi macet menuju stasiun) = 4 jam.
  2. Stasiun Kereta Api mungkin cukup jauh dari rumah kita, sedangkan travel bertebaran dimana-mana, sehingga bisa memilih yang paling dekat dengan lokasi rumah kita
  3. Tujuan akhir Kereta Api hanya stasiun Jatinegara dan Stasiun Gambir, sedangkan travel lebih bervariasi tujuan-nya.
  4. Kereta api lebih sering terlambat dari pada tepat waktu. Walaupun Jakarta selalu macet, jarak tempuh travel mobil dalam keadaan macet normal, paling lama 3 jam, bahkan kalau sedang lancar bisa 2 jam tepat.
  5. AC kereta api jika sedang bagus biasanya sangat dingin dan tidak bisa diatur. Kalau gerbongnya sudah mulai tidak terawat, AC-nya malah tidak berfungsi. AC mobil travel bisa diatur dan lebih terawat.
  6. Asal berada dalam rute perjalanan, dengan menggunakan travel kita bisa minta turun dimana saja, sedangkan kereta api tidak bisa.
  7. Ruang tunggu travel pada umumnya sangat nyaman, dan paling tidak, disediakan air minum gratis; di stasiun kereta kita siap kepanasan, bahkan pengantar harus beli tiket peron. Ha3x…., sungguh tidak bersaing.
  8. Tiket travel bisa dipesan hanya melalui telpon dan kursi kita akan diamankan, walaupun kita belum bayar sepeser-pun. Kereta Api harus pesan tiket dulu dan “praktis” tidak bisa dikembalikan.
  9. Tiket travel bisa dibayar dengan alat pembayaran non-tunai, kereta api….???? (saya tidak tahu sekarang, apakah masih harus cash ????)
  10. Travel banyak menawarkan program bonus, kereta api ????

Masih ada tambahan ????

Mudah-mudahan bisa jadi masukan yang berharga untuk PT. Kereta Api

Berita memprihatinkan: “LKPJ Wali Kota Bandung 2008 dan 2009 Hanya Copy Paste”

Membaca berita dari detik.com tentang LKPJ Walikota Bandung, sungguh memprihatinkan. Berikut adalah kutipannya dari bandung.detik.com (http://bandung.detik.com/read/2010/04/23/172800/1344347/486/lkpj-wali-kota-bandung-2008-dan-2009-hanya-copy-paste):

Bandung – Anggot Pansus Laporan Pertanggung Jawaban (LKPJ) DPRD Kota Bandung Tedi Rusmawan menyatakan LKPJ  Wali Kota Bandung 2008 dan 2008 hanya copy paste. Hal itu mengindikasikan permasalahan Pemkot terkesan itu-itu saja.

“Bisa dilihat sendiri kalau itu banyak yang copy paste, redaksionalnya juga sama,” ujar Tedi saat ditemui di ruang kerjanya Fraksi PKS Kantor DPRD Kota Bandung, Jalan Aceh (23/4/2010).

Lebih lanjut Tedi mengatakan, dalam LKPJ tersebut ada 38 ketidakberhasilan Pemkot Bandung di tahun 2009.Namun alasan kegagalan di tahun 2009 tersebut nampak sama dengan tahun sebelumnya.

“Kalau alasannya sama tahun 2008 dan 2009, masa sih dari tahun ketahun permasalahannya sama, tidak bertambah, tidak berkurang,” terangnya.

Pantauan detikbandung, tampak jelas laporan pertanggungjawaban pendidikan Pemkot tahun 2009 sama persis dengan taun 2010. Bentuk tulisan hingga kalimatnya pun sama. “Kalau mau dibaca semua masih banyak yang sama, perhatikan saja,” ujar Tedi.(avi/dip)

Bagaimana menurut anda?

Akankah PT. KA Bangkrut ???

Setelah membaca blog seorang kolega (Rinaldi Munir) tentang akan dihentikannya KA Parahyangan, saya penasaran untuk memahami penyebabnya dan rencana-rencana berikutnya dari PT. KA. Akhirnya saya menemukan berita resmi di Media Indonesia yang kutipannya adalah sebagai berikut.

Operasional KA. Parahyangan Dihentikan

BANDUNG–MI: PT Kereta Api (PTKA) Indonesia akan menghapus seluruh jadwal perjalanan KA Parahyangan jurusan Bandung-Jakarta mulai 27 April 2010.

“PTKA hanya akan mengoperasikan satu jenis KA eksekutif untuk koridor Bandung-Jakarta (pp) yakni KA Argo Gede, dan menghentikan KA Parahyangan yang selama ini terdapat enam jadwal perjalanan,” kata Vice President Pemasaran Angkutan Penumpang Husein Nurroni di Bandung, Jumat (16/4).

Menurut Nurroni keputusan penghapusan semua jadwal perjalanan KA Parahyangan  itu dilakukan setelah melakukan kajian cukup lama dan telah dicoba dengan diskon tarif, namun hasilnya okupansi penumpang masih rendah yakni di bawah 50 persen. Rendahnya okupansi KA Parahyangan itu berlaku baik untuk pemberangkatan Bandung maupun Jakarta. KA itu hanya penuh pada akhir pekan saja.

Dalam koridor jarak pendek Bandung – Jakarta memang waktu tempuh KA lebih lama daripada jalan tol Cipularang, meskipun pada jam-jam padat tentu waktu tempuh KA masih unggul. “Untuk perubahan jadwal itu, PTKA akan melakukan rescheduling untuk KA Argo Gede, bila perlu dengan diskon tarif pada jam-jam tertentu. Argo Gede akan melayani penumpang di Cimahi, Padalarang, Purwakarta, Bekasi dan Jatinegara,” katanya.

Ia menyebutkan ke depan, setelah melakukan rescheduling akan dilakukan penambahan rangkana kereta bisnis pada jam-jam tertentu untuk mengakomodir penumpang kelas bisnis di KA Parahyangan.

Sementara itu rangkaian KA Parahyangan itu akan dipakai untuk melakukan ekpansi dengan  mengoperasikan KA Malabar jurusan Bandung-Malang PP mulai 30 April 2010 untuk memenuhi kebutuhan konsumen di jalur itu. “Jalur Bandung-Malang cukup unik karena satu rangkaian terdiri dari kelas lengkap yakni KA eksekutif, bisnis. ekonomi plus dan kereta barang,” kata Nurroni.

KA Malabar rencananya yang terdiri dari dua kelas eksekutif, tiga bisnis, dua ekonomi plus dan satu ka barang akan diberangkatkan dari Stasiun Bandung pukul 15.30 WIB dan tiba di Stasiun Malang pukul 08.11 WIB.  Sedangkan KA Malabar pemberangkatan dari Stasiun Malang pukul 13.30 WIB dan akan tiba di Stasiun Bandung pukul 08.37 WIB. (Ant/OL-06)

Kalau melihat kutipan berita tersebut, menurut analisa saya, untuk berkompetisi dengan travel yang melalui jalan tol, PT. KA hanya memainkan parameter tarif, padahal masih sangat banyak faktor lain yang dapat dimainkan untuk bersaing. Akhirnya PT. KA sudah menyerah dan hanya melakukan upaya re-scheduling dan mengisi jam-jam tertentu yang dianggap minatnya besar. PT. KA lupa, setelah dihentikan, sebagian besar orang akan cenderung menganggap bahwa rute tersebut sudah hilang dan tidak masuk dalam daftar alternatif untuk bepergian Bandung-Jakarta.

Menurut saya, satu hal yang tidak bisa ditawar adalah “waktu tempuh”. Harus ada upaya yang berani untuk menerobos batas tersebut.

Jalur yang kita miliki saat ini praktis adalah warisan dari penjajah. Setelah lebih dari setengah abad kita merdeka, tidak ada perubahan yang signifikan. Jadi sangat wajar jika rel yang didesain puluhan tahun lalu tidak bisa mengakomodasikan tuntutan kecepatan saat ini. Investasi besar-besaran adalah pilihan yang tidak terhindarkan. Waktu tidak harus lebih cepat, asal terjamin jadualnya. Waktu tempuh 2.5 jam menurut saya masih bisa diterima. Biar bagaimanapun, naik kereta lebih santai, bisa sambil bekerja, (harusnya) lebih aman, mudah ke toilet di sepanjang perjalanan, ada restoran, dan sebagainya. Terakhir kali,naik kereta Parahyangan (beberapa tahun lalu), masih sering dijumpai ember dan gayung darurat di toilet sebagai pengganti dari sistem pengairan di toilet yang sudah tidak berfungsi. Ini adalah contoh perawatan yang tidak serius. Hal lain yang serign terjadi adalah “tidak ada permintaan maaf ketika terlambat”, yang ada hanya pengumuman terlambat.

Melihat sikap yang mudah menyerah di jalur (yang tadinya) gemuk begini, saya khawatir akan menyusul jalur-jalur gemuk lain yang ditutup. Akhirnya  pemerintah harus mensubsidi operasional seluruh jalur. Memang di negara maju pun, banyak perusahaan kereta api yang rugi di jalur tertentu,  dan masih disubsidi oleh pemerintah. Tapi tetap ada jalur-jalur yang potensial dan menjadi alternatif favorit untuk bepergian., dan itu menjadi income andalan untuk mengurangi subsidi pemerintah.

Semakin lambat melakukan antisipasi, maka kemungkinan berikutnya akan semakin cepat terpuruk.

Ayo PT. KA !  Jangan terlambat mengantisipasi seperti PT. POS!

Bagaimana menurut anda?

Alarm Rumah Murah (tapi Canggih) dari Cina

Seminggu yang lalu saya ada kesempatan untuk ikut ke Shenzhen, Cina. Kebetulan, saya sedang butuh alarm rumah. Jadi target utama saya disana adalah hunting alarm yang canggih tapi murah. Tentunya itu adalah dua kriteria yang bertentangan yang sulit dicari. Tapi ternyata, tidak demikian di Shenzhen. Dengan hanya 280 Yuan (1 Yuan = Rp 1.300) saya dapat sebuah paket kontroler yang bisa terhubung ke jaringan GSM, 1 buah sensor PIR (Passive Infra Red), satu buah sensor switch magnetik, dan dua buah remote control seperti remote mobil. Sensor dengan kontrolernya terhubungan tanpa kabel. Kontrolernya sudah dilengkapi dengan rechrgable batere internal. Benar-benar praktis memasangnya.

Setiap kali ada event/kejadian alarm aktif, kontroler akan memberi tahu kita melalui SMS dan/atau telepon. Kita bisa tahu, dari alarm no berapa kejadian itu terjadi. Bahkan, beberapa nomor bisa diberi label pesan, sehingga bisa saja kita menerima SMS dengan bunyi “pintu depan terbuka“.

Tentunya dua buah sensor tidak cukup, saya coba minta tambahan sensor PIR dan sensor switch magnetiknya. Kaget juga, sensor PIR wireless, include batere kontak hanya 25 Yuan per unit, sedangkan sensor switch magnetik wireless hanya  9 Yuan per unit. Akhirnya ngeborong sensor tambahan hampir 10 unit, dan sekarang semua sudah terpasang di rumah.

Fitur tambahan lainnya:

1) Bisa mendengar apa yang ada di rumah melalui saluran telpon

2) Bisa mengontrol ON/OFF 3 buah device eksternal melalui SMS

3) Bisa arm/disarm hanya sensor tertentu saja

Cina memang hebat. Tidak sekedar memberikan solusi murah, tapi juga kaya dengan berbagai fitur yang bermanfaat.