Feed on
Tulisan
Komentar

Sejak nekad mencalonkan diri jadi bakal-calon wakil walikota Bandung, banyak masyarakat yang ingin memberikan dukungan, tapi mereka ingin dialog dulu dengan siapa yang akan mereka dukung untuk mendengarkan langsung dan bertanya tentang berbagai hal. Karena banyaknya permintaan tersebut, saya dan bakal calon walikota tidak pernah bersama, tapi sudah berbagi tugas mendatangi masyarakat sampai ke pelosok-pelosok.

Pengalaman baru buat saya…., tapi alhamdulillah, saya mudah akrab dengan mereka. Ternyata, selama kita mau mendengar dan memposisikan diri sejajar dengan mereka (bukan sebagai juragan yang ingin dihormati), masyarakat begitu antusias, terbuka dan mudah akrab. Kalau dijeneralisasi, sederhana saja harapan mereka.

Pada umumnya masyarakat bawah ingin melihat perubahan yang besar, tapi perubahan yang lebih berpihak kepada mereka. Mereka juga ingin pimpinan yang mudah ditemui untuk curhat dan mau mendengar keluh kesah mereka.

Beberapa orang tua yang sudah sepuh, yang masih sempat ikut menjalani perang kemerdekaan menyampaikan kegelisahannya bahwa kemakmuran masyarakat sedang menuju kemunduran yang luar biasa. Mereka sedih bahwa kemerdekaan yang ikut mereka perjuangkan dengan berbagai pengorbanan yang ikhlas ternyata berbuah suatu keadaan yang menyedihkan.

Pimpinan baru yang bisa membawa perubahan adalah harapan terakhir mereka. Jika ini tidak tercapai, saya khawatir mereka akan semakin patah semangat. Apa jadinya sebuah kota ketika masyarakatnya sudah kehilangan semangat dan tidak menghormati lagi pemimpinnya?

Kemarin saya dikritik agak keras oleh teman-teman dosen:

Mengapa Calon-Calon Independen Kota Bandung tidak bersatu, sehingga bisa kuat menghadapi partai?

Koalisi independen sebenarnya suatu mimpi yang indah dan saya setuju secara prinsip, tapi silakan pikirkan hal-hal berikut:

  1. Sampai saat ini, masih bermunculan independen-independen baru. Berita media sampai hari ini memberitakan bahwa calon independen yang sudah mengambil formulir paling tidak ada 20 pasang calon. Silakan pikirkan sendiri, fenomena apa ini?
  2. Waktu sudah sangat singkat, semua pihak sedang berusaha memperoleh dukungan masyarakat. Mungkinkah dukungan untuk calon tertentu yang mereka kenal dialihkan begitu saja ke calon yang lain?
  3. Saya tidak punya bukti, tetapi Demi Allah, begitu banyak laporan yang masuk dari orang-orang yang sangat bisa dipercaya (diantaranya dari anggota keluarga sendiri) bahwa telah terjadi jual beli KTP di masyarakat oleh sejumlah yang mengaku pendukung calon independen. Jadi, mungkinkah independen yang punya niat tulus bersatu dengan pihak-pihak yang memperjualbelikan KTP?

Inilah realita perubahan demokrasi yang sedang terjadi. Begitu kuat hambatan untuk menuju Bandung (secara umum Indonesia) yang lebih baik….. Akankah kita diam saja???

100 tahun lalu penduhulu kita menyuarakan kebangkitan Indonesia (1908)!
WALHI dan Para Aktifis HAM juga telah Mencetuskan 100 tahun Deklarasi Kebangkitan Nasional.

53 tahun lalu Bandung menjadi pusat kebangkitan negara-negara Asia Afrika!

Kini, semangat INDEPENDEN sedang menyebar kuat di BANDUNG. Berita di media masa menyatakan bahwa mungkin bisa muncul 15 pasangan calon independen walikota BANDUNG. Ini semangat yang luar biasa. Semoga mereka semua niatnya tulus untuk membangun Bandung. Marilah kita dukung semangat yang sudah mulai tumbuh ini. Tanpa dukungan masyarakat, mereka semua akan kandas dan akhirnya Bandung akan dipimpin kembali kepemimpinan gaya lama.

Jika anda setuju bahwa independen adalah suatu harapan menuju Bandung yang lebih baik, gunakan hati nurani anda untuk mendukung calon independen terbaik yang anda yakini tidak ada maksud-maksud terselubung didalamnya.

Insya Allah semangat ini akan menyebar ke seluruh Indonesia dan Bandung menjadi pemicu semangat UNTUK BANDUNG YANG LEBIH BAIK, juga untuk INDONESIA YANG LEBIH BAIK!

Ketika orde baru tumbang, ada harapan baru di seluruh hati masyarakat: kita akan lebih maju! kita akan mempunyai pimpinan yang lebih baik! kita akan mempunyai wakil rakyat yang sesungguhnya! Setelah dijalani sekian lama, baru kita sadar, itu hanyalah harapan kosong belaka!

Revisi Undang-Undang yang memungkinkan munculnya perseorangan (independen) untuk pencalonan Kepada Daerah telah memunculkan dua sisi yang bertolak belakang. Di satu sisi, ini satu harapan akan munculnya pemimpin baru yang bersih, punya itikad baik dan tidak terbelenggu oleh ikatan politik dengan partai pengusungnya. Namun, di sisi lain, sudah beredar isu-isu tentang adanya imbalan untuk medukung calon independen (beberapa media pernah membahas isu ini). Jika hal ini benar, dan akhirnya hanya muncul independen yang tidak punya niat yang murni untuk berbakti membenahi kota/daerah, maka dibukanya keran independen adalah jalan menuju semakin hilangnya kepercayaan rakyat untuk selamanya terhadap pimpinannya dan sistem politik yang ada. Mau jadi apa negara ini?

Pemerintah seharusnya berperan aktif mengedukasi masyarakat tentang hal ini, walaupun semua orang tahu bahwa itu adalah TIDAK MUNGKIN dilakukan. Di tengah kesulitan hidup yang dialami banyak masyarakat, dan ketidakpahaman masyarakat tentang mekanisme pengusulan calon independen, membuat pihak-pihak independen murni menjadi semakin sulit mengejar waktu untuk pengumpulan dukungan karena harus melakukan edukasi kepada calon pendukungnya.

Betapa indahnya demokrasi ini jika muncul sejumlah pasangan independen murni yang mempunyai pemikiran-pemikiran terbaik untuk memajukan daerahnya.

Bagaimana menurut anda?

Negara ini memang aneh. Beras adalah makanan pokok kita, tapi kita sering meng-impor beras. Konon kita negara penghasil minyak, tapi kita kewalahan ketika harga minyak dunia melambung tinggi. Konon orang yang tak mampu itu hanya bisa makan tahu dan tempe, ternyata kedelainya kedelai impor. Usaha mencari produk andalan selalu kandas terbentur bahan baku yang harus diimpor sehingga tidak bisa menghasilkan produk dengan harga yang kompetitif.

Software, konten, atau secara umum industri kreatif adalah salah satu jenis industri yang dapat menjadi solusi yang dapat didorong, karena industri ini tidak memerlukan bahan baku khusus, hanya memerlukan kreativitas. Produk jenis ini dapat memberikan nilai tambah yang sangat tinggi. Pada dasarnya banyak hal mudah yang dapat dilakukan pemerintah untuk mendorong ke arah tersebut, misalnya:

  1. Menyelenggarakan event-event IT di kota Bandung. Bukan hanya pameran komputer, tetapi kompetisi-kompetisi besar IT dan Teknologi dengan hadiah menarik, kalau perlu kompetisi regional Asia Pacific.
  2. Menyediakan infrastruktur untuk mempermudah pertumbuhan industri IT, termasuk startup company. Di Bandung banyak dapur perusahaan IT yang tumbuh di rumahan. Pemerintah bisa mengajak investor dan penyedia infrastruktur jaringan ICT untuk sama-sama menyediakan fasilitas yang lebih baik, misalnya berupa gedung-gedung dengan infrastruktur IT yang baik, dan harga yang terjangkau (tidak terlalu berbeda jauh dari sewa rumah).

Dengan berkumpulnya perusahaan-perusahaan tersebut dalam satu gedung atau area yang berdekatan, dapat diperoleh beberapa keuntungan sebagai berikut:

  1. Penyediaan infrastruktur ICT menjadi lebih efisien dan murah
  2. Penyediaan fasilitas bersama secara efisien, misalnya ruang seminar ukuran sedang, ruang-ruang meeting yang representatif, ruang pamer bersama, dan sebagainya.
  3. Fasilitas pendukung untuk industri ICT, seperti toko buku, toko komputer dan software, perusahaan-perusahaa percetakan.
  4. Interaksi yang tinggi antar perusahaan-perusahaan.

Pemkot juga dapat memberikan berbagai kemudahan yang berkaitan dengan perijinan, retribusi dan hal-hal lain yang dilakukan dalam kendali Pemkot, baik untuk pelaku industri yang ingin ditumbuhkan, juga untuk perusahaan penyedia infrstaruktur pendukungnya.

Dengan cara-cara seperti ini, mimpin BHTV (Bandung Hitech Valley) semoga bisa terwujud.

Setujukah anda bahwa calon independen adalah harapan baru buat kota Bandung (juga buat Indonesia)? Setiap berinteraksi dengan siapapun, saya selalu melihat reaksi semangat yang luar biasa …..

“Independen” memang kata yang sakti dan memberikan harapan bagi sebagian besar masyarakat.

Namun, perlu disadari, dukungan moral saja tidak cukup untuk mengantarkan para calon independen tersebut agar dapat masuk dalam daftar yang bisa anda pilih pada saat pemcoblosan! Karena tidak diusung partai, mereka butuh dukungan masyarakat sebanyak 3% dari populasi (untuk kota Bandung, sekitar 80 ribu) yang harus dinyatakan dalam bentuk dukungan tertulis dan fotocopy KTP.

Biaya dan usaha (effort) yang sangat besar dan hampir tidak mungkin jika harus ditanggung oleh pihak independen yang murni hanya mengandalkan semangat dan tekad untuk kerja keras. Dukungan masyarakat sangat diperlukan jika kita ingin mendukung para calon independen.

Tanpa dukungan anda semua, pada saat pencoblosan, anda hanya akan mendapatkan wajah-wajah lama yang harus anda pilih!

Jika anda peduli, dukunglah para calon independen!
Info lebih jauh dapat dilihat di http://bandungindependen.wordpress.com

Kutipan dari Koran Pikiran Rakyat Hari ini:

BANDUNG, (PR).-
Bursa calon Wali Kota Bandung dari unsur perseorangan/independen kian ramai. Kali ini pasangan Syinar Budhi Arta dan Arry Akhmad Arman mendeklarasikan pencalonan mereka sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung periode 2008-2013.

Keduanya bertekad mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Pemkot Bandung dengan cara memberantas korupsi.

Syinar mengatakan itu dalam jumpa pers di kediaman ekonom Unpad, Soeharsono Sagir, Jln. Bukit Dago Selatan No. 7, Kota Bandung, Minggu (4/5).

Syinar menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis, sedangkan Arry sehari-hari sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB). Oleh karena itu, mereka menyebut diri mereka sebagai perwakilan buruh dan akademisi. “Saya ini darah demonstrannya. Untuk mengimbanginya, saya dipasangkan dengan Pak Arry yang akademisi pemerhati masalah Kota Bandung,” ujar Syinar yang juga suami ekonom Unpad, Ina Primiana.

Ambil formulir pendaftaran

Dengan demikian, hingga saat ini telah dideklarasikan tiga pasangan calon independen dalam pilwalkot. Mereka adalah pasangan Indra Perwira-Dedi Haryadi yang diusung Forum Pengusung Calon Independen (FPCI), pasangan Hudaya Prawira-Nahadi, dan Syinar Budhi Arta-Arry Akhmad Arman. Ketiga pasangan telah mengambil formulir pendaftaran dan mulai mengumpulkan dukungan warga.

Di hari yang sama, pasangan Indra-Dedi menyelenggarakan workshop yang diikuti sekitar 100 relawan pengumpul dukungan bagi pasangan itu. Dalam workshop yang berlangsung di aula SD St. Ursula, Jln. Bengawan No. 2 Bandung itu, para relawan mendiskusikan taktik pengumpulan dukungan.

Sementara itu, pasangan Hudaya-Nahadi mengaku telah menyebarkan 80.000 formulir dukungan. Hudaya mengatakan, formulir dukungan warga baru mulai terkumpul, Selasa (6/5). “Kami optimistis bisa memenuhi syarat dukungan,” ucap Hudaya. (A-156)***

Bandung Independen

Memperkenalkan blog Bandung Independen (http://bandungindependen.wordpress.com)

Bandung terkenal sebagai pusat kreativitas. Walaupun tidak dipublikasikan secara terbuka, beberapa orang dari kota Bandung yang sangat peduli terhadap dunia pendidikan meluncurkan situs CrayonPedia (http://www.crayonpedia.org). Satu situs ensiklopedia terbuka yang dibangun menggunakan engine wikipedia.

Peluncuran situs tersebut diharapkan dapat memicu konten-konten pendukung pendidikan, terutama pendidikan dasar dan lanjutan di Indonesia, karena konten-konten seperti yang berbahasa Indonesia masih sangat terbatas jumlahnya. Masih dalam pengembangan, tapi situs tersebut sedang dipersiapkan untuk menjadi situs yang bisa ‘berbicara’, menggunakan teknologi Text to Speech Bahasa Indonesia yang dikembangkan oleh Dr. Arry Akhmad Arman dari ITB. Dengan teknologi tersebut, isi pengetahuan dari situs tersebut dapat diakses pula oleh saudara-saudara kita yang tunanetra.

Pendirian situs tersebut terutama diprakarsai oleh Bapak Hemat Dwi Nuryanto DEA, dengan dukungan dari Dr. Arry Akhmad Arman, Dr. Estiyanti Ekawati, dan beberapa rekan lainnya dari Zamrud Technology dan IGOS Center Bandung. Semoga akan lebih banyak lagi ide-ide kreatif yang bermunculan dari Bandung untuk menyinari dunia pendidikan di Indonesia.

Dikutip dari http://kupalima.wordpress.com/2008/05/03/satu-lagi-bukti-kepedulian-untuk-dunia-pendidikan/

Perjalanan dunia politik di Indonesia dari kacamata masyarakat umum bergerak menuju titik yang semakin menyedihkan. Partai-partai politik yang seharusnya mewakili kepentingan masyarakat sudah sangat diragukan keberpihakannya kepada masyarakat. Sudah terlalu banyak bukti bahwa partai hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya, bukan mewakili kepentingan masyarakat. Sudah sering jadi pembicaraan umum juga bahwa sangat mungkin ada kontrak-kontrak politik antara partai dengan para pimpinan daerah di negeri ini, sehingga keberpihakan para pimpinan daerah terbelenggu oleh kontrak-kontrak politik tersebut.
Revisi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 telah membuka secercah harapan baru bagi kita semua. Undang-undang tersebut secara sah memungkinkan untuk pencalonan pimpinan daerah dari kalangan perseorangan (independen), bukan dari kalangan partai dan tanpa dukungan partai sama sekali.

Kota Bandung yang pernah menorehkan sejarah sebagai penggerak kebangkitan Asia-Afrika, dihadapkan pada tantangan untuk menorehkan sejarah sebagai kota pertama yang berpeluang memiliki pimpinan dari kalangan independen.

Mengapa ini dapat menjadi milestone penting dalam sejarah? Jika Bandung berhasil memiliki walikota Independen, diharapkan ini menjadi pemicu semangat yang dapat men-triger munculnya independen-independen lainnya di seluruh wilayah Indonesia. Jika hal itu terjadi, diharapkan ini akan menjadi rival yang menantang bagi partai-partai politik agar mereka mencalonkan orang-orang yang berkualitas yang dapat memperjuangkan kepentingan masyarakatnya dan secara umum dapat meningkatkan kualitas dan kinerja partai-partai politik di Indonesia.

Pikirkanlah, nasib bangsa ini sedang dipertaruhkan, dan anda (terutama masyarakat Bandung) ditantang untuk menjadi bagian dari sejarah perubahan tersebut untuk kebaikan generasi penerus kita! Apakah anda ingin menjadi bagian dari sejarah?

Untuk bisa melakukan pencalonan secara sah, pasangan calon dari pihak perseorangan (independen) harus dapat memperlihatkan dukungan dari masyarakat, minimal 3% dari jumlah populasi penduduk. Untuk kota Bandung, jumlah dukungan yang diperlukan adalah sekitar 80.000, dalam bentuk fotocopy KTP dan surat pernyataan dukungan.
Berdasarkan dorongan dari berbagai pihak yang menghendaki perubahan kota Bandung, dan dengan niat ibadah serta “bebenah kota Bandung, saya bersama-sama dengan Pak Syinar Budhi Arta akan mencalonkan diri sebagai calon perseorangan (independen) walikota Bandung. Insya Allah beliau orang yang lurus, berani dan amanah!

Dengan dorongan berbagai pihak yang menginginkan perubahan kota Bandung, kami bertekad bersama-sama, untuk mengubah kota Bandung menjadi kota yang lebih baik untuk kita semua.

Mohon doa dan dukungan dari masyarakat, khususnya masyarakat kota Bandung. Tanpa dukungan anda semua, ini hanya satu itikad baik yang sulit diwujudkan!

.

Wassalam,

Syinar Budhi Arta, Calon Walikota (independen)

Arry Akhmad Arman, Calon Wakil Walikota (independen)

Info lebih lengkap, kunjungi http://bandungindependen.wordpress.com

Older Posts »