Feeds:
Tulisan
Komentar

Saya pernah pake layanan 3G/HSDPA dari sebuah operator besar di Indonesia. Pada awalnya, kinerjanya mantap, lambat laun kinerjanya parah dan makin parah. Akhirnya terpaksa saya tutup, karena saya selalu bayar bulanan untuk koneksi yang hampir tidak pernah bisa saya pakai. Saya yakin laptop dan modem yang saya gunakan baik-baik saja, karena device yang sama saya gunakan di awal langganan, kinerjanya luar biasa.

Lalu akhirnya saya hanya mengandalkan kartu matriks yang nomornya memang sudah lama saya pakai sebagai nomor tetap telpon saya. Beberapa kali ganti handset, kinerja komunikasi datanya tidak pernah memuaskan, bahkan bisa dikatakan menyebalkan. Untuk cek email saja setengah mati.

Akhirnya saya mencoba blackberry. Saya gunakan kartu matriks yang sama. Nah anehnya, kinerja akses internetnya jauh lebih mantap….., saya bisa browsing dengan lancar…..

Ada yang tahu, kenapa bisa begitu??? He3x….

Beberapa hari yang lalu, dalam satu kesempatan makan siang bersama, saya dan kawan-kawan diskusi tentang “kebahagiaan” atau “hapiness”. Apa sebenarnya ukurannya jika kita merasa sudah happy dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Akhirnya, setelah diskusi panjang, semua sepakat bahwa:

ukuran kebahagiaan adalah berapa banyak hari libur dalam seminggu yang bisa dinikmati….
makin banyak tentunya makin bahagia ….

Seseorang yang terlalu sibuk, walaupun uangnya banyak, tetapi hampir tidak punya hari libur, itu tidak bahagia menurut kesepakatan kami ….

Nah, lalu diskusi bergeser, apakah yang dimaksud libur adalah libur kerja? tidak ke kantor?
Sekali lagi, setelah diskusi cukup panjang, akhirnya sepakat dengan definisi kedua tentang definisi libur.

Libur adalah hari dimana kita dapat menentukan apa yang ingin kita lakukan tanpa ada tekanan pihak lain atau keterpaksaan…..

Diam di rumah, tidak ke kantor, tapi masih memikirkan pekerjaan, itu BUKAN libur ….

Hari libur adalah hari dimana secara murni kita bisa tentukan sendiri maunya kita. Mau tidur, ok! Mau mengerjakan sesuatu yang berat, silakan, asal tanpa tekanan dan menyenangkan buat kita…., mau jalan-jalan menenteng kamera, ok! Apapun, yang penting bebas dan membuat kita happy! Bahkan pergi bersama keluarga, jika itu sifatnya menjalankan kewajiban, tidak bisa disebut libur….

So, kembali ke topik diskusi waktu itu, seseorang dikatakan lebih HAPPY dari orang lain, jika dia punya waktu libur lebih banyak dari orang lain, dengan definisi libur seperti yang disebutkan di atas…..

Berapa banyak hari libur anda????
Jangan-jangan tidak ada ya???

Pak Dimitri, sahabat saya, salah satu dosen di STEI ITB telah melakukan terobosan dalam cara pengajaran dan mata kuliah PROBABILITAS dan STATISTIK. Mata kuliah yang bisasanya membosankan ini telah disulap oleh Pak Dimitri menjadi mata kuliah yang lebih menyenangkan dan applicable. Mahasiswa diberi tugas untuk menerapkan apa yang telah diperroleh di kelas untuk memotret problem nyata di masyarakat.  Selain lebih memahami penerapan Ilmu PROBABILITAS dan STATISTIK, juga melengkapi sisi kepedulian sosial setiap mahasiswa.  Inilah salah satu hasilnya.

Kemiskinan di Kabupaten Bandung Dilihat dari Kacamata UMR

Salah satu program pemerintah adalah mengurangi jumlah angka kemiskinan di Indonesia. Dalam hal ini, pemerintah dibantu oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menetapkan suatu standard kemiskinan. Akan tetapi, standard garis kemiskinan BPS sebesar Rp 182.636,00 per kapita per bulan tidak sesuai dengan kondisi riil saat ini.

Sebagai contoh, untuk 2 kali makan sehari minimal Rp 6.000,00. Berarti biaya untuk kebutuhan pangan sebesar Rp 180.000,00 per bulan. Itu pun belum termasuk alokasi pendidikan, kesehatan, tampat tinggal dan lain sebagainya. Standard kemiskinan Indonesia lebih rendah dari standard Internasional. Padahal harga barang di Indonesia relatif tidak jauh berbeda dari harga di negara lain. Sebagai contoh harga bensin di Indonesia ternyata hampir sama dengan di Amerika Serikat (US$ 0,5/liter) dan lebih mahal dari beberapa negara lainnya seperti Brunei, Mesir, Iran, dan Turkmenistan. Sangat tidak realistis kriteria pemerintah yang menetapkan penghasilan Rp 182.636 perbulan sebagai penduduk miskin. Penduduk miskin seharusnya adalah penduduk berpenghasilan di bawah Upah Minimum Regional (UMR) karena pemerintah telah memiliki sistem UMR ini sebagai standard untuk bertahan hidup dengan layak.

Mengapa UMR yang dijadikan standard kesejahteraan? Upah Minimum Regional adalah suatu standar minimum yang digunakan oleh para pengusaha atau pelaku industri untuk memberikan upah kepada pegawai, karyawan atau buruh di dalam lingkungan usaha atau kerjanya. Penetapan upah dilaksanakan setiap tahun melalui proses yang panjang. Mula-mula Dewan Pengupahan Daerah (DPD) yang terdiri dari birokrat, akademisi, buruh dan pengusaha mengadakan rapat, membentuk tim survei dan turun ke lapangan mencari tahu harga sejumlah kebutuhan yang dibutuhkan oleh pegawai, karyawan dan buruh. Setelah survei di sejumlah kota dalam propinsi tersebut yang dianggap representatif, diperoleh angka Kebutuhan Hidup Layak (KHL) – dulu disebut Kebutuhan Hidup Minimum (KHM). Berdasarkan KHL, DPD mengusulkan upah minimum regional (UMR) kepada Gubernur untuk disahkan.

Jadi penggunaan UMR sebagai standard hidup layak cenderung lebih mencerminkan kebutuhan minimum penduduk di lingkungan tempat tinggal. Berdasarkan hal tersebut, mari kita tinjau kembali pencapaian pemerintah dengan menganalisis kemiskinan di Kabupaten Bandung dilihat dari kacamata UMR. Gubernur Jawa Barat menetapkan UMR Kabupaten Bandung sebesar Rp. 895.980,00. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008, pendapatan per kapita Kabupaten Bandung Rp 7.605.367,00 per tahun atau sama dengan Rp 633.780,00 per bulan. Secara umum, dengan membandingkan pendapatan per kapita Kabupaten Bandung sebesar Rp 633.780,00, dengan UMR Kabupaten Bandung sebesar Rp. 895.980,00, masyarakat Kabupaten Bandung cenderung belum hidup dengan layak. Hal menarik lain yang didapat berdasarkan hasil survey adalah keterkaitan antara tingkat pendidikan dengan pendapatan masyarakat.

Dari hasil survey yang kami lakukan, di Desa Sariwangi, dengan confidence level 95%, didapat fakta bahwa 83% penduduk desa nanjung memiliki pendidikan maksimum SD – SMP. Sedangkan di Desa Nanjung, dengan confidence level 95% pula, didapat fakta bahwa 74% penduduk Desa Nanjung memiliki pendidikan maksimum antara SD – SMP. Sebanyak 51% warga memiliki penghasilan di bawah UMR dan memiliki pendidikan maksimum SMP dan sekitar 76% dari masyarakat dengan penghasilan di bawah UMR berpendidikan maksimum antara SD –SMP. Fakta yang perlu kita cermati adalah tingkat pendidikan masyarakat di daerah tersebut cenderung rendah dan sebagaian besar dari masyarakat berpendidikan rendah tersebut memiliki pendapatan di bawah UMR.

Hal menarik ini memperkuat anggapan bahwa pendidikan berkaitan erat dengan pendapatan dan taraf kesejahteraan masyarakat. Lalu, mengapa masih banyak masyarakat yang berpendidikan rendah? Dari hasil wawancara dengan penduduk setempat, didapat fakta yang mengejutkan di tengah bergulirnya program pemerintah yang tengah gencar meningkatkan pelayanan pendidikan kepada raktyat. Fakta tersebut adalah biaya pendidikan masih dianggap masih mahal, walaupun setelah alokasi pemerintah untuk bidang pendidikan telah ditingkatkan.

Fakta lain adalah kurangnya perhatian masyarakat terhadap pentingnya pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari opini masyarakat bahwa asal bisa cepat bekerja, tidak perlu sekolah tinggi-tinggi. Jika masalah pendidikan ini dibiarkan berlarut-larut dan tidak segera diselesaikan, bukan tidak mungkin masalah kemiskinan dan kesejahteraan masyarakat menjadi masalah yang tidak terselesaikan. Keluarga miskin akan menghasilkan generasi penerus yang “miskin” dan begitu seterusnya sehingga menjadi “lingkaran setan” yang tidak ada habisnya. Oleh karena itu, perlu terjadi sinergi antara masyarakat dan pemerintah dan sikap pro aktif masyarakat menanggapi masalah pendidikan ini. Memang hasil yang diharapkan tidak bisa didapat dalam waktu yang singkat, namun paling tidak akan muncul harapan generasi yang akan datang akan berkesempatan untuk hidup dengan layak.

Oleh:

Pulung Sombonuryo 13207133 Fakultas Teknik Elektro Sekolah Teknik Elektro dan Informatika
Institut Teknologi Bandung

Email : nu.ryo.89@gmail.com

Kaget juga saya membaca berita di DETIK.com. Kalau hal seperti ini dibiarkan, UU-ITE dapat dimanfaatkan oleh para pihak yang punya duit untuk menekan atau mengancam semua orang yang dianggap merugikan satu institusi atau perusahaan tanpa perduli fakta kebenarannya. Bagaimana menurut anda?

Jakarta – Perbuatan Prita Mulyasari (32) yang mengirimkan email berisi keluhan tentang pelayanan RS Omni Internasional kepada teman-teman pribadinya belum bisa dikategorikan pelanggaran dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hal itu karena email tersebut sifatnya keluhan pribadi.

“Jika hanya bersifat keluhan pribadi ya saya rasa tidak (termasuk pelanggaran) ya. Sama seperti kita kirim SMS ke teman. Kecuali jika ada motif tertentu maka di sinilah harus dibuktikan motifnya apa,” ujar mantan anggota Panitia Khusus (Pansus) UU ITE Ganjar Pranowo saat berbincang dengan detikcom, Selasa (2/6/2009).

Ganjar menambahkan, perbuatan Prita yang mengirimkan email tersebut mungkin saja tanpa motif. “Kecuali kalau teman-temannya menyebarluaskan terus ditambah-tambahi, semua pihak bisa dipertanggungjawabkan,” ungkapnya.

Menurut Ganjar, perbuatan pencemaran nama baik sebagaimana diatur dalam Pasal 27 Ayat (3) UU ITE mempunyai syarat pembuktian yang cukup sulit. Seseorang yang melanggar harus dibuktikan memiliki motif sengaja mencemarkan nama baik.

Oleh karenanya penyidik jangan gegabah menggunakan pasal tersebut jika belum mempunyai bukti yang cukup. “Karena ini di dunia maya jadi berbeda dengan dunia riil,” tambahnya.

Sebelumnya, Prita ditahan karena dituduh melakukan pencemaran nama baik terhadap RS Omni lewat internet. Kasus yang menimpa Prita ini berawal dari email yang dia kirim kepada teman-temannya seputar keluhannya terhadap RS Omni. Email tersebut kemudian menyebar ke publik lewat milis-milis.

Dalam emailnya, Prita merasa dibohongi oleh diagnosa dokter ketika dirawat di RS tersebut pada Agustus 2008. Dokter semula memvonis Prita menderita demam berdarah, namun kemudian menyatakan dia terkena virus udara. Tak hanya itu, dokter memberikan berbagai macam suntikan dengan dosis tinggi, sehingga Prita mengalami sesak nafas.

Saat hendak pindah ke RS lainnya, Prita mengajukan komplain karena kesulitan mendapatkan hasil laboratorium medis. Namun, keluhannya kepada RS Omni itu tidak pernah ditanggapi, sehingga dia mengungkapkan kronologi peristiwa yang menimpanya kepada teman-temannya melalui email dan berharap agar hanya dia saja yang mengalami hal serupa.

Saat ini Prita telah ditahan di Lapas Wanita Tangerang, Banten. Selain dijerat dengan pasal pencemaran nama baik, Prita juga dikenai Pasal 27 ayat (3) UU ITE No 11/2008.
(ape/nwk)

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2009/06/03/041531/1141743/10/ganjar-email-keluhan-pribadi-tidak-termasuk-pelanggaran


Sebelumnya saya sangat menikmati Fujitsu Tablet 8.9 inchi. Tablet dengan touchscreennya, serta layar yang bisa diputar memang luar biasa. Ada hal-hal yang menjadi mudah kita lakukan dengan tablet. Namun saya terkendala dengan ukuran keyboard yang terlalu kecil,umur batere yang relatif pendek, serta sulitnya tambah memori.

Maunya cari tablet lain yang bisa menyelesaikan kendala tersebut, tapi ternyata tidak mudah mencari penggantinya, apalagi dana sangat terbatas. Akhirnya setelah melakukan COST BENEFIT analysis, serta seminggu membaca berbagai review, pilihan saya jatuh untuk tukar dengan Netbook Atom ASUS Eee-1002HA.

Ini beberapa alasannya:

  • Umur batere lumayan panjang (paling tidak, 5 jam), menggunakan Lithium-Polymer
  • Layar sedikit lebih besar (10″) daripada netbook umumnya (8.9″)
  • Keyboard tidak terlalu kecil (92% ukuran laptop standar)
  • Touchpad cukup besar
  • Multitouch touchpad

Nah, saya mau share sedikit tentang multitouch touchpad ini. Touchpad biasanya hanya bisa disentuh oleh satu jari. Touchpad asus ini dapat disentuh oleh 2 bahkan 3 jari. Salah satunya kalau kita sentuh dengan 2 jari, sama dengan fungsi scroll. Dengan demikian, untuk melakukan scrolling tidak perlu repot memindahkan kursor ke tepi kanan, lalu men-scroll sambil menekan tombol. Cukup sentuhkan dua jari ke arak atas, bawah, kiri atau kanan. Jika satu jari yang menyentuh, fungsi seperti biasa, yaitu memindahkan posisi kursor mouse. Ternyata fitur ini membuat kerja kita jauh lebih cepat dan nyaman.

Bahkan kita bisa melakukan zoom hanya dengan menjauhkan dan mendekatkan dua jari kita dalam touchpad. Untuk aplikasi image viewer, kita bisa rotate hanya mengandalkan dua jari juga. Satu jari tetap, satu yang lainnya berputar.

Kemarin saya coba bawa ke Jakarta, lalu saya set koneksi Internet via Sony Ericson M600i yang terhubung melalui bluetooth. Ok juga, kecuali kinerja Matrix Indosat yang sangat parah!!!

Ketika membuka gorden penutup jendela ke arah matahari terbit, saya tertegun melihat lukisan sang pencipta yang sangat indah. Kombinasi biru langit, hitam putih warna awan serta bentuknya yang unik, merahnya cahaya mentari yang akan segera terbit. Semoga ini adalah pertanda bahwa hari ini akan cerah dan semua urusan kita akan dimudahkan. Amin.

langit-pagi1

Jika anda perlu klip-klip film full-HD (1920 x1080 atau 1440 x 1080), ada beberapa situs yang menarik:

  1. Coba http://www.highdefforum.com/high-definition-movies-video-clips/6537-official-hd-video-clip-list.html.
    Ada beberapa klip IMAX yang akan membuat kita berdecak kagum melihat kualitas film yang sangat detail.
  2. Atau coba http://www.hd-trailers.net/
    Triller film-film baru serta film lama tersedia disini dalam format HD dan Full-HD. Free!

Tentunya koneksi internet anda harus siap! Satu triller film beberapa menit biasanya kapasitasnya sekitar 100-200MB.

Selamat menikmat dunia HD !

Sekitar seminggu yang lalu, secara tidak sengaja keyboard laptop saya ketumpahan ‘hot chocolate’. Awalnya dua tombol tidak berfungsi, yaitu tombol panan kanan dan panah bawah. Walaupun hanya dua, tapi terasa betul mengganggunya dan mengurangi produktivitas kerja. Saya juga tidak bisa men-set agar tampilan layar lebih terang, karena untuk men-setnya perlu menekan tombol FN bersamaan dengan tombol yang tidak berfungsi tadi. Hari ini, kerusakan menjalar ke spacebar dan huruf m.

hot-chocolate

Sementara, saya tempuh solusi dengan menancapkan keyboard external via USB. Tapi kalau perlu mobile, repot juga dengan sejumlah tombol yang tidak jalan. Laptop saya Acer 6292. Saya tahu solusi sederhananya adalah membawa ke Acer Service Center. Tapi biasanya laptop harus ditinggal beberapa hari atau bahkan lebih lama. Satu hal yang harus saya hindari!

Ada yang punya saran solusi cepat ???

Setelah semakin banyak menyebarnya virus yang menyerang YM dan mengirimkan pesan-pesan tertentu kepada daftar rekan yang ada didalam YM, saya mulai terganggu dengan kiriman pesan tidak jelas yang seolah-olah dikirim oleh rekan saya, padahal yang mengirim adalah virus yang bercokol di komputer rekan saya tersebut.

Untuk sementara, matikan saja dulu YM nya!

Kalau teman anda mulai complain kepada anda karena dikirim pesan-pesan tidak jelas oleh anda melalui YM, berarti komputer anda sudah terserang virus tersebut. Silakan baca artikel tentang cara membasminya disini: http://www.detikinet.com/read/2009/02/10/162716/1082566/510/6-langkah-membasmi-virus-penyerang-yahoo-messenger

Sudah lama saya memimpikan punya tempat nonton film yang nyaman di rumah. Tentunya tidak hanya TV-nya yang besar, juga kualitas filmnya harus prima (di atas kualitas DVD), suaranya mantap, dan satu lagi, tempat duduknya nyaman. Tempat duduk yang empuk dan bisa diatur kemiringannya.

Nah, akhirnya dengan perhitungan perhitungan business plan yang sangat akurat, serta memanfaatkan berbagai fasilitas diskon dan fasilitas cicilan 0%, semua mimpi itu jadi kenyataan. Dosen………, mana sanggup beli cash!

samsung-hdtv-plasma

Sakit leher karena kursi yang kurang nyaman sebelumnya serta konsentrasi penuh untuk memperhatikan layar yang cukup kecil kini sudah tiada. Berganti dengan kursi yang nyaman, empuk dan mata yang santai memandang layar lebar. Nah, diluar dugaan. Ternyata ada satu efek samping dari kenyamanan tersebut.

Apa coba?

Akhir-akhir ini saya sering ketiduran saat menonton film di suasana yang baru. Tahu-tahu ketika bangun, film sudah selesai dan saya tidak tahu ujungnya. Analisa sementara: “mungkin karena terlalu nyaman kursinya, sehingga akhirnya ketiduran“. Jadi, jangan ciptakan suasana menonton yang terlalu nyaman!

Ada analisa lain: “mungkin terlalu lelah mencari uang untuk membayar cicilannya!

Ha-ha-ha………, mungkin alasan kedua ini yang lebih masuk akal ………

Tulisan Sebelumnya »